Sekali lagi aku mengindahmu…
waktu ini…mungkin diwaktu berikutnya
tahukah desirnya angin tak mampu meredam bara cemburuku
dinginnya air tak jua hapus setiap untai senyum yang kau tunda
kata yang ada didunia tak sanggup menggantikan debaran yang kututup rapi
lalu…haruskah kukatakan bahwa kaulah itu…
orang yang kujanjikan nirwana
wanita yang padanya kuserahkan raga dan jiwa
permaisuri yang merebut hidupku tuk pertama kali sangat berati








